Sestama BKKBN Pusat Hadiri HJK Sijunjung ke-69

Sijunjung – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Sijunjung ke-69, Minggu (18/2/2018) diakhiri dengan acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sijunjung yang berlangsung di ruang utama Gedung DPRD Kandang Baru.

Rapat yang dipimpin, Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Yusnidarti dan didampingi Wakil Ketua Wal Bardi dan Nursidin Jamil dan segenap anggota DPRD Sijunjung, dihadiri Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, Wakil Bupati Arrival Boy, Sekdakab Sijunjung, Zefnihan, Kepala OPD, Camat, Walinagari, Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, ketua dan anggota organisasi wanita, mahasiswa, pelajar dan undangan lainnya.

Tampak juga hadir pada kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sijunjung ke-69 itu Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, anggota DPR RI, Endre Syaiful, dan Henmanto, Sestama BKKBN Pusat, Nofrijal, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Syahruddin,  unsur forkopimda provinsi, anggota DPRD provinsi, Liswandi, Marlis, Iradatillah, Marlina Evel Murfi Syaiful dan Hidayat, bupati/walikota se Sumbar serta sejumlah perwakilan.

Puncak HJK Sijunjung digedung megah tersebut berlangsung khidmad. Diawali pembacaan ayat suci Alquran, yang di kumandangkan oleh Qori Internasional asal Sijunjung Dasrizal, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Sijunjung, mengheningkan cipta, pembukaan rapat paripurna DPRD, sambutan tokoh masyarakat Sijunjung, sambutan bupati dan sambutan gubernur berlangsung meriah ditengah prestasi gemilang yang diraih Pemkab Sijunjung dibawah kepemimpinan Bupati-Wabup Yuswir Arifin dan Arrival Boy.

Saat memberikan sambutannya Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, sampaikan ke pemerintah kabupaten Sijunjung, agar menggalakkan kembali penanaman pohon lansek di tengah-tengah masyarakat setempat.

Didepan para undangan yang hadir disidang paripurna hari jadi kabupaten Sijunjung yang ke 69 ini, Gubernur Irwan Prayitno lebih jauh menyampaikan, Sijunjung yang terkenal dengan Ranah Lansek Manih ini, akhir-akhir ini tidak terdengar lagi lanseknya, artinya buah “lansek manih”  itu sudah sangat jarang sekali muncul di pasar.

Dengan demikian, untuk menggalakkan tanaman lansek ini kembali, dan supaya menjadi penghasilan rumahan bagi masyarakat Sijunjung, maka bibit-bibit lansek ini diberikan gratis kepada masyarakat setempat, maka dengan ini juga kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan.

Dengan demikian, “Lansek Manih” yang menjadi ikon Sijunjung, kembali terlihat, dan ini perlu didorong oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung, kepada masyarakatnya, supaya masyarakat setempat bisa memanfaatkan lahan-lahan kosong dengan menanam pohon lansek itu kembali.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 1 =

This is a demo store for testing purposes — no orders shall be fulfilled. Dismiss